Rusia, Negara Eropa atau Asia?

 

Ilustrasi Peta Rusia Bendera - Sumber: Pixabay

Rusia adalah negara terluas di dunia. Luas daratannya yang lebih dari tujuh belas juta kilometer persegi menerbitkan sekat yang tegas antara Rusia dan negara terluas ke-2 di dunia, yaitu Kanada dengan luas daratan hampir sepuluh juta kilometer persegi. Andai Rusia merupakan satu daratan tersendiri, maka akan menjadi negara benua sebagaimana Australia yang luasnya ± 7.692.000 kilometer persegi.

Dengan luas ± 17.125.200 kilometer persegi, Rusia membentang dari bagian timur Eropa hingga perbatasan dengan Alaska, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Negara beribukota Moskow ini memiliki 11 (sebelas) zona waktu. Bahkan, dulunya Alaska merupakan bagian dari Rusia sebelum akhirnya dijual ke Amerika Serikat.

Secara umum banyak dari kita membenarkan bahwa Rusia adalah bagian dari Eropa. Di beberapa cabang olahraga, Rusia berkompetesi di benua Eropa. Dalam kompetisi global, Rusia merupakan wakil dari benua Eropa. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa Rusia lebih banyak “interaksi”-nya dengan negara-negara lain di Eropa, bahkan saat menjadi Uni Soviet sekalipun. Sehingga, wajar bila Rusia dikenal sebagai salah satu negara di benua Eropa.

Namun, bila dilihat di peta, hanya sebagian negara ini yang berada di Eropa. Bahkan, luas Rusia di wilayah Eropa hanya ± 3.960.000 kilometer persegi atau sekitar 23% dari seluruh wilayahnya. Menurut Russia Beyond, 23% wilayah Rusia berada di Eropa dan sisanya, yaitu 77%, berada di wilayah Asia.

Uniknya, walau sebagian besar wilayahnya berada di Asia, lebih dari 70% penduduk Rusia berada di wilayah Eropa. Kota-kota besar seperti Moskow, Sankt-Peterburg, Kazan, dan Samara berada di wilayah Eropa. Ibukotanya, Moskow, juga berada di wilayah Eropa. Namun, Rusia di bagian Asia juga terdapat beberapa kota besar, walau tidak sebanyak di Eropa. Salah satunya Vladivostok yang berada di dekat perbatasan Tiongkok dan Korea Utara.


Salah Satu Sudut Moskow, Rusia - Sumber: Pixabay


Perbatasan Rusia Asia dan Rusia Eropa adalah Pegunungan Ural, Sungai Ural, dan Laut Kaspia yang sekaligus merupakan batas alam antara Eropa dan Asia. Rusia di sebelah timur Pegunungan Ural dikenal juga dengan Siberia. Siberia merupakan wilayah luas Rusia yang meliputi hampir seluruh wilayah Asia Utara. Wilayahnya memanjang dari Pegunungan Ural hingga ke Samudra Pasifik. Di bagian utaranya terdapat Laut Arktik. Sedangkan di bagian selatan berbatasan dengan Kazakhstan, Mongolia, Tiongkok, Korea Utara, dan Jepang. Khusus untuk perbatasan dengan Jepang berupa perairan, yaitu laut yang memisahkan antara Pulau Shakhalin (Rusia) dengan Pulau Hokkaido (Jepang).

Selain wilayahnya yang luas, di Siberia juga dikenal jalur kereta api terpanjang di dunia, yaitu Trans-Siberia. Trans-Siberia menghubungkan Rusia bagian Eropa dengan timur jauh Rusia. Jalur sepanjang 5.772 mil atau 9.289 kilometer ini menghubungkan Moskow dan Vladivostok, melintasi dua benua, yaitu Eropa dan Asia, dan 7 (tujuh) zona waktu. Jalur yang dibangun antara 1891 dan 1916 di bawah supervisi pemerintah Rusia ini memiliki percabangan ke beberapa negara lain, yaitu Mongolia, Tiongkok, dan Korea Utara.


Salah Satu Stasiun Trans-Siberia - Sumber: Pixabay


Rusia merupakan negara yang berada di dua benua, yaitu Eropa dan Asia atau dikenal juga dengan Eurasia (Europe and Asia). Bahkan, bila diperhatikan lambang negara Rusia yaitu elang berkepala dua, seakan satu menghadap ke Eropa dan satunya lagi menghadap ke Asia. Penduduknya sebagian besar berada di bagian Eropa. Di sisi Asia, di wilayah luasnya, sumber daya alam berada. Mengutip dari Russia Beyond, Lev Gumilev – sejarawan Rusia dan salah satu Eurasianis yang paling berwibawa berpendapat, “Rusia adalah negara khas yang menyatukan unsur-unsur dari Barat dan Timur.”

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Mohon untuk tidak berkomentar yang menyinggung SARA dan memasukkan link hidup.